Renungan Didalam Kegaduhan

260 pemuda

Berdiri santai namun dengan leher yang kaku, kuping yang tuli, mulut yang congor

Enggan mendongak dan enggan menunduk

Terhadap tuhan sekalipun ia angkuh

Menatap kedepan, merenung apa yang tidak seharusnya direnung, kebencian

Mulut congor dengan kuping tuli

Hanya bisa mengoceh, tidak bisa mendengar

Mulut yang dianggap cerdas, sepertinya lupa rasa hormat

Itulah kami, 260 pemuda
Kami pikir kami mulia karena kami bertamu

Kami pikir kami suci karena umur kami yang muda

Kami pikir kami berkuasa karena orang tua kami yang kaya

Kami pikir kami benar karena kami mulia, karena kami suci, karena kami berkuasa

Salah besar..

Kami kurang ajar

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s